Total Tayangan Halaman

Sabtu, 16 Juni 2018

Hacker vs Cracker

Hacker vs Cracker

 Istilah hacker sebenarnya sudah muncul di akhir tahun 1950-an. Awalnya ditujukan untuk para programmer mahir. Kemudian di tahun 1970-an, istilah hacker digunakan untuk para revolusioner komputer yang menjadi cikal bakal para pendiri perusahaan komputer.

 Akhirnya, pada tahun 1980-an, kata ini identik dengan pembajakan video game dengan menghilangkan proteksi dan menjualnya. Dan saat ini orang-orang malah mendefinisikan hacker sebagai orang yang menerobos sistem komputer.

 Pengertian tersebut tidak sepenuhnya benar, karena pada dasrnya hacker adalah seseorang yang memiliki keahlian berkenaan sistem komputer dan pemrograman, dan tidak salah menjadi seorang hacker.

 Perbedaan antara hacker dan craker yakni: cracker adalah hacker  yang melanggar batas hukum dalam aksinya. Seperti misalnya: mencuri data, mengubah account perbankan, mendistribusikan worm/virus, dansebagainya. Dengan demikian, hackerr dan cracker dapat dibedakan berdasarkan bagaimana mereka menggunakan keahliannya dengan bertanggungjawab. Semua cracker pada dasarnya adalah hacker dan tidak semua hacker adalah cracker.

 Hacker kemudian digolongkan kedalam kelompok, dan cracker umumnya dikategorikan ke dalam balack hacker. Perhatikan pengkategorikan berikut:

-White hat: hacker yang menjunjung tinggi standar etika, akses ke sistem dilakukan bukan dengan maksud merugikan, misalnya menguji sistem ketahan mereka sendiri. Hacker ini senang mempelajari sistem, bahkan mereka disewa sebagai konsultan keamanan.

-Grey hat: hacker yang memiliki ambiguitas standar etika, yang mungkin di antaranya malah melanggar batas-batas hukum.



-Blue hat: hacker yang bertindak mencari bug/celah keamanan pada suatu sistem, yang jika didapati bug, maka developer dapat segera mungkin memperbaiki sebelum sistem dirilis ke market.

-Black hat: hacker yang menerobos keamanan komputer tanpa kewenangan komputer tanpa kewenangan dan menggunakannya sebagai aksi vandalism (kerusakan yang berbahaya), seperti: defacing website (serangan terhadap website dengan mengganti  tampilan home page website), penipuan credit card, identity theft/pencurian identitas, penyelewangan hak kekayaan intelektual, dan berbagai tindak kriminal lainnya.

-Script kiddie: adalah seseorang yang bukan ahli yang menembus sistem komputer mengunakan pre-packaged automated tool (aplikasi terotomatisasi siap pakai) yang dibuat orang lain. Mereka ini diasingkan dari komunitas para hacker dan dikenal pula sebagai Skiddiot.

-Hacktivist:  adalah hacker yang menggunakan teknologi untuk menyebarkan pesan politik, ideologi, dan sebagainya. Pada umumnya, hacktivism  melibatkan website deface atau serangan DOS (denial of service). Pada kasus ekstrim, hacktivism dimanfaatkan  untuk aksi Cyberterrorism.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

5 Cara membuka Registry Editor di Windows 10

Anda sudah pasti tidak asing lagi dengan Registry Editor, ya Registry Editor adalah sebuah aplikasi yang menyimpan informasi internal dari ...